Rekor MURI Bakmi Jawa

47 pedagang bakmi jawa Gunung Kidul membuat 5.500 porsi pecahkan MURI
Jumat, 21 Juni 2019 19:43 WIB
Pewarta : Sutarmi

Sebanyak 47 pedagang bakmi jawa membuat 5.500 porsi pemecahan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka hari jadi ke-188 Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, di Alun-alun Wonosari.

Sekda Gunung Kidul Drajad Ruswandono di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan sebanyak 47 pedagang akan membuat sebanyak 5.500 porsi atau 120 porsi setiap pedagang dalam rangka memecahkan Rekor MURI

“Kami optimistis dapat memecahkan rekor MURI. Kami juga mengapresiasi semangat pedagang dan masyarakat yang sangat antusias mendukung dan menyukseskan pembuatan bakmi jawa atau bakmi godog khas Gunung Kidul,” kata Drajat.

Sekretaris Umum Panitia Hari Jadi Gunung Kidul Susilo Marwanta mengatakan dipilihnya bakmi jawa dari berbagai jenis makanan khas Bumi Handayani karena tidak dimiliki oleh kabupaten atau kota lainnya di DIY. Bakmi jawa dimasak oleh pedagang bakmi jawa asli Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari.

“Kelezatan bakmi jawa khas Gunung Kidul dapat ditemui berbagai wilayah di Indonesia. Pedagang bakmi jawa atau bakmi godog kebanyakan mereka berasal dari Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari,” katanya.

Alasan pemecahan rekor dilakukan karena , pada Kamis (12/6) jajarannya bertemu dengan pihak dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang ada di Semarang guna mencari tahu rekor makan yang berkaitan dengan bakmi di daerah lain. Rekor terakhir kali yang dipecahkan adalah makan mi di Surabaya dan Balikpapan yang jumlahnya 5.000 porsi.

“Untuk memecahkan rekor MURI, kami tambahkan 10 persen dari porsi makan bakmi jawa yang sudah dipecahkan sebelumnya,” katanya.

Pada aksi pemecahan rekor kali ini menu yang dipilih adalah bakmi jawa rebus. Pasalnya, sebelumnya sudah ada rekor makan mi goreng dengan telor ceplok sebanyak 12.000 porsi yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan.

Ketua Paguyuban Bakmi Jawa Gunung Kidul Pur Sukiran mengatakan orang yang mempopulerkan bakmi jawa yakni Wonobuan dari Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari pada 1942.

Ia berharap kegiatan masak bakmi jawa ini diagendakan secara rutin untuk menarik wisatawan ke Gunung Kidul.

“Kami berharap tidak hanya untuk memecahkan rekor MURI saja, tapi diagendakan secara rutin,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s